228 Ruang Kelas SD Rusak Berat

TAPUT – Sebanyak 228 ruang kelas SD di Taput saat ini dalam kondisi rusak berat. Kerusakan itu akibat dimakan usia hingga harus direhab secara menyeluruh. Ruang kelas tersebut tersebar di 387 SD se-Taput.
Kabid Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan (Disdik) Taput Manapang Simamora Selasa (22/7) mengatakan, pihaknya telah mengidentifikasi jumlah ruang sekolah yang rusak tersebut. Bahkan, pihaknya juga telah mengajukan sejumlah bantuan untuk rehabilitasi ruang kelas yang rusak sedang maupun rusak berat.
“Berdasarkan data hingga tahun 2013 lalu, tercatat ada 228 ruang kelas yang rusak berat dari 2.025 jumlah keseluruhan ruang kelas yang ada di 387 SD se-Taput,” terang.
Menurutnya, ruang kelas yang rusak ini tersebar di 15 kecamatan yang ada di Taput, khususya di daerah pelosok. “Hampir di semua kecamatan ada sekolah yang rusak parah. Tapi paling dominan di daerah pelosok. Kerusakan dimulai dari atap, dinding, plafon dan bagian gedung fisik,” ucapnya.
Manapang mengatakan, untuk keseluruhan ruang kelas tersebut pihaknya berupaya mengusulkan perbaikan untuk program 2015. “Meski secara bertahap, kita proyeksikan ke depan 228 ruang kelas tersebut diperbaiki.
Kita juga sudah mengusulkan perbaikan sekolah ke Pemkab Taput untuk program tahun 2015. Untuk biaya perbaikannya, diperkirakan mencapai Rp25 hingga Rp35 miliar sesuai dengan kebutuhan. Kita berharap dana itu terealisasi nantinya,” sebutnya.
Selain mengajukan bantuan APBD Taput, pihaknya juga berinisiatif mengajukan anggaran serupa kepada Direktorat Pendidikan Pusat. “Banyaknya ruang kelas yang mengalami kerusakan menyebabkan anggaran pendidikan maupun rehabilitasi ruang kelas yang berasal dari APBD kita tidak mencukupi.
Oleh karena itu, kita juga berinisiatif mencari peluang agar perbaikan sejumlah ruangan kelas tersebut juga bisa melalui anggaran APBN,” paparnya. Selain memperbaiki ruang kelas rusak, lanjut dia, pihaknya juga akan memproyeksikan setiap sekolah memiliki perpustakaan.
“Saat ini sekolah yang memiliki perpustakaan masih sangat minim. Padahal perpustakaan merupakan salah satu penunjang pendidikan sekolah. Karenanya kita juga memproyeksikan setiap sekolah memiliki perpustakaan,” tandasnya. (bl)

Sumber : www.metrosiantar.com

Posted on Juli 24, 2014, in Berita. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: