Bandara Silangit Bisa Imbangi Ngurah Rai Bali

BandaraTAPUT – Pihak PT Angkasa Pura (AP) II menyatakan keseriusannya untuk menjadikan Bandara Silangit, Siborongborong, Taput sebagai bandara internasional. Bahkan, menjadi bandara wisata internasional terbesar kedua di Indonesia setelah Ngurah Rai Bali.
AP II melalui Direktur Keuangannya Laurencius Manurung menyatakan siap menggelontorkan dana hingga Rp400 miliar demi mewujudkan mimpi tersebut.
“40 tahun lalu, Tapanuli ini rasanya masih begini-begini saja. Masih tetap sulit untuk sampai ke sini. Salah satu pilihannya adalah Bandara Silangit harus menjadi bandara internasional. Supaya bisa didarati pesawat berbadan besar. Saat ini, karena masih dengan pesawat kecil, masih banyak orang yang takut untuk menumpanginya, termasuk para turis.
Tetapi kalau sudah dengan pesawat besar, mereka pun akan datang menaiki pesawat untuk melihat panorama Danau Toba yang tiada duanya di dunia ini,” kata Laurencius di hadapan Uspida Taput dan masyarakat Siborongborong dalam sosialisasi pembebasan lahan untuk pengembangan Bandara Silangit, Rabu (6/8).
Dengan cepatnya akses transportasi menuju Tapanuli, sambung Laurencius, maka para wisatawan pun akan berkunjung ke Tapanuli. Kalau wisatawan sudah banyak, maka ekonomi masyarakat pun akan semakin membaik.
“Karena para wisatawan tentunya akan meninggalkan uang di Tapanuli ini. Belanja, makan, penginapan dan lainnya. Yang untung kan masyarakat lokal,” ujarnya.
Karena itu, lanjut Laurencius, salah satu jalan untuk memajukan Tapanuli memang hanya dengan mengembangkan Silangit. Namun, masyarakat juga harus siap dalam menyambutnya.
“Karena pasti akan ada perubahan yang akan datang. Seperti, contoh budaya para tamu atau wisatawan yang datang misalnya. Untuk itu, kita masyarakat harus siap dalam menyambutnya,” ujarnya.
Kepada wartawan, Laurencius mengatakan, AP II siap untuk menggelontorkan dana sebesar Rp400 miliar. “Bisa saya pastikan terminal Bandara Silangit akan menjadi bangunan terindah di Tapanuli. Saya juga menyakini dalam 10 atau 15 tahun ke depan, bandara ini akan sama dengan Bandara Ngurah Rai Bali,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Taput Nikson Nababan yakin jika Silangit menjadi bandara internasional, maka kawasan Tapanuli akan maju. ”Setelah Bandara Silangit ini menjadi bandara internasional, impian saya kemudian adalah adanya universitas negeri di Tapanuli. Kalau yang dua itu sudah terwujud, maka Taput akan didatangi banyak orang. Dan perekonomian masyarakat pun akan lebih maju lagi,” katanya.
Untuk itu Nikson berharap masyarakat dapat bekerja sama dalam pembebasan lahan untuk pengembangan Silangit. Agar tidak ada lagi hal yang mengganjal dalam proses pengembangannya.
“Kami juga mengharapkan dalam proses pembebasan lahan ini, PT Angkasa Pura melaksanakannya secara terbuka. Kalau bisa, harga tanah masyarakat yang akan dibebaskan agar jangan terlalu murah. Supaya warga nantinya dapat membeli tanah di lokasi yang lain,” pungkasnya.
Dalam pertemuan itu, ada tiga perwakilan peserta sosialisasi yang diberikan kesempatan untuk bertanya. Ketiganya pun menyatakan setuju terhadap pengembangan Bandara Silangit. (ht)

Sumber : www.metrosiantar.com

Posted on Agustus 7, 2014, in Berita. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: